MENYAMBUTMU KURINDU

Letak sekolah tempat  kami mengabdi cukup strategis berada di jaln Raya Muncang,  jalan kabupaten yang dilintasi oleh masyarakat dari dua kecamatan tetangga. Kondisi ini  jelas menguntungakn karena akses yang mudah dijangkau  dari berbagai arah dan  apapun aktivitas yang terjadi di sekolah kami mudah sekali dipantau oleh pihak luar.

Salah satu  kegiatan rutin yang sangat mudah terlihat oleh orang orang yang melintas adalah kegiatan penyambutan peserta didik dipintu gerbang, suatu kegiatan pembiasaan yang rutin kami lakukan di awal setiap pagi hari efektif pembelajaran.

Kegiatan Penyambutan peserta didik pertama kali dilakukan ketika sekolah kami mendapatkan program sekolah model dari LPMP  Povinsi Banten, awalnya memang seperti terasa berat bagi yang tidak terbiasa datang pagi maklum di tempat kami mayoritas ibu ibu yang notabene kebanykan juga punya anak balita.

Datang pagi ke sejolah bagi yang belum bisa mengatur waktu akan sangat sulit sekali ketika jam 6.30 sudah harus  berada di sekolah, atau dengan alasan alasan lainnya.

Pembiasaan bukan hanya berlaku untuk peserta didik tapi juga untuk semua guru, di bulan bulan awal terasa sulit menerapkan itu tapi dengan tetap konsisten melakukannya walau cibiran, pro dan kontra menghiasi pelaksanaan penyamvutan  ini baik dari pihak  ekternal bahkan internal sendiri tetap anjing menggonggong kafilah berlalu prinsip itu yang tetap dipegang teguh dengan kuat.  

Pembiasaan menyambut anak di pintu gerbang menimbulkan banyak efek positif yang dirasakan, dilihat dari sisi siswa, siswa makin merasa keberadaanya di sekolah dinanti sang guru, ada motivasi tersendiri di setiap pagi sehingga menambah gairah untuk bisa datang ke sekolah lebih awal dalam hal kedisiplinan waktu.

Kedisiplinan dalam berpakainan lebih meningkat karena sejak awal datang ke sekolah sebelum masuk pintu gerbang sudah dilihat diperhatikan dan juga diingatkan tentang kerapihan berpakaian. 

Bagi guru lebih siap lagi mengkondisikan pembelajaraan di jam jam pertama karena intinya penegakan disiplin waktu bisa dimulai dari kehadiran guru di sekolah lebih awal.

Agar kegiatan penyambutan siswa bisa berjalan dengan lancar dibuat jadwal dan semua guru  mendapat giliran dalam setiap minggunya. Setiap hari minimal 7-10 orang guru melaksanakan kegiatan sesuai jadwal.

Banyak kesan dan pesan manis yang kami rasakan dari kegiatan ini, setiap hari ada sapaan salam dan senyum manis yang kami dapatkan dan  bahkan mungkin ada doa indah yang  terselip untuk kami dari meraka.

Kondisi anak anak saat pagi hati  yang masih segar dan wangi dengan bedak dan parfum yang berbeda bercampur aduk menjadi satu, anak laki laki dengan rambutnya yang masih kelimis  menggunkan minyak rambut, gel atau apalah di setiap pagi menjadikan nuansa segar makin terasa. 

Tepukkan lembut dibahu mereka sering kali  dilakukan kepada anak yang jarang masuk sekolah karena  males atau untuk anak yang spesial dalan hal  tingkat kenakalan agar mereka merasa ada perhatian lebih. 

Bahkan lucunya ada satu siswa disetiap pagi  hari kepada setiap guru sambil bersalaman tentunya bercium tangan selalu bertanya tentang kabar kami dengan bahasanya sendiri " ibu/bapak kumaha damang ??" ketika yang menyambut 10 orang ya 10 kali juga ucapan itu ia lontarkan di setiap hari masya Allah sungguh luar biasa. Anak terebut bernama Abdul Karim dan dia sudah lulus 2 tahun yang lalu.

Pembiasaan Ini selalu dirindukan entah kapan lagi bisa dimulai tidak pernah tahu sama halnya dengan penyebaran pandemi yang kita semua tidak tahu kapan berakhirnya??.

Terbayang manisnya saat anak hebat soleh dan solehah begitu melihat guru sudah siap menyambut di pintu gerbang  dari kejauhan merek berjalan dipercepat dan tergesa gesa  agar  bisa cepat sampai tujuan subhanallah.

Akan tetapi ada saja oknum siswa yang malah sengaja jalanya diperlambat sungguh sesuatu kami hanya bisa beristigfar.

Sedang senang senangnya menjalani pembiasaan penyambutan tiba tiba pandemi menerpa otomatis semua kegiatan stop tanpa kompromi, kami  rindu senyum sapa kalian dipagi hari naaak

Saat istilah PSBB dan PPKM belum digulirkan oleh pemerintah dalam hal ini Satgas Covid,  secara terjadwal kami mengupayakan mendatangkan siswa ke sekolah dengan tujuan membangun kemistri diantara siswa dengan guru khususnya wali kelas tentunya dengan tetap menerapkan prokes.

Kedatangan mereka kami sambut tapi tidak seperti biasa penyambutannya mereka kami sambut dengan tembakan termogan (pengukur suhu) di dahi atau ditangannya sugguh berkurang sekali  jalinan keharmonisan  karena  ada jarak diantaara kami cium tangan tidak lagi berlaku , yaaa itulah bagian dari prokes yang harus kami terapkan.

Yakin suatu saat kita bisa kembali bertemu disetiap hari dipintu gerbang sekolah yang kokoh dengan senyum manis, salam hangat dan jabat tangan yang erat semoga kita diberi umur panjang bisa kuat mnenghadapi kondisi yang tidak menentu tentunya dengan selalu berdoa kepada yang kuasa.



Tulisan di siang hari saat mulai penat dengan pekerjan 15.30 masih dibelakang meja kerja


    

Komentar

  1. Rindu serindu2nya hangatnya segala suasana diwaktu normal

    BalasHapus
  2. Bangganya punya ibu kurikulum seperti ibu yang luar biasa menginpirasi banyak orang, selalu jadi teladan buat saya dan teman-teman. Sehat selalu bu dan teruslah berkarya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tanpa teman2 DUNAS yg hebat sya tidak berarti apa2 neng, kita semua bisa, aaniiin trimakasih

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer