NADOMAN SEBAGAI KARYA SASTRA SUNDA YANG MELEKAT DENGAN KEHIDUPAN RELIGUS DAN AGAMIS MASYARAKAT CIPANAS

Nadoman atau disebut juga Pupujian, menurut Kamus Basa Sunda (Satjadibrata: 2005: 308) berasal dari kata puji atau muji yang berarti mengucapkan kata-kata kebaikan atau kelebihan dan dilantukan secara lisan dengan lagu. Nadoman juga bisa berarti puisi tradisional yang berupa puji-pujian sebagaimana dikemukakan oleh Iskandar wasid (1992:116) bahwa puisi nadoman yaitu puisi tradisional yang berupa puji-pujian tentang keagungan Tuhan, sholawat nabi, nasihat atau ajakan melaksanakan ibadah.

 Nadoman memiliki karakteristi sebagai berikut  yaitu : terdiri dari untaian kata yang terikat oleh padalisan (larik, baris) dan bait, disusun dengan tujuan dilantunkan secara lisan dengan lagu, memiliki nilai moral ketuhanan, kepribadian, dan sosial, dapat menjadi media pendidikan karakter religious. Sebagai jenis karya yang ditransliterasi dari sastra Arab, nadoman memiliki kesamaan karakteristik dengan bentuk asalnya nadzom, yakni lebih bersifat keilmuan daripada menggunakan bahasa emotif- imajinatif karena dimaksudkan untuk menyuguhkan informasi dan pengetahuan kepada penikmatnya.

Nadoman atau pupujian Sunda memiliki fungsi sebagai media pendidikan, dakwah, hiburan, dan spiritual.  Fungsi pendidikan yaitu sebagai media pengajaran agama dan pendidikan, sebagai agen untuk mempengaruhi perasaan dan etika seseorang, sebagai tuntunan dan keteladanan dalam kehidupan. Fungsi dakwah artinya sebagai media untuk menyebarkan ajaran Islam, fungsi hiburan sebagai tradisi yang dinyanyikan sehingga membangkitkan semangat,  fungsi spiritual sebagai wasilah untuk meningkatkan semangat dalam pengajaran dan pembelajaran agama Islam.

Nadoman yang merupakan karya sastra sunda yang berfungsi sebagai alat  pendidikan, dakwah, spiritual dan  hiburan serta memiliki nilai nilai  spiritual dan religius  tentunya sangat  khas dengan kebiasaan hidup masyarakat Banten khususnya masyarakat Lebak yang agamis. Agama dapat Memberikan pedoman hidup dan pegangan dalam menjalani kehidupan juga memberikan ketenangan jiwa serta membangun dan menciptakan kehidupan yang harmonis.

Nadoman yang berfungsi sebagai Pendidikan dan memiliki nilai spiritual sering kali atau bahkan selalu digunakan dan dilantunkan oleh Masyarakat Lebak khususnya masyarakat kecamatan Cipanas dalam pangajian-pangajian sosompang ( pengajian dirumah Ustdz atau kiayai yang dilaksankan setiap ba’da Magrib), yang menjadi santri atau muridnya adalah anak usia SD sampai dengan SMA  atau anak usia sekolah. Pangajian Sosompang tersebut  sudah menjadi sebuah  tradisi yang sangat baik dan sudah ada sejak zaman kakek nenek secara turun temurun  yang berfungsi sebagai wadah atau tempat untuk belajar membaca Al Quran, serta belajar tata cara shalat dan ibadah lainnya atau dikenal dengan istilah belajar parukunan, bahkan pengajian sosompang sudah di buatkan perdanya oleh pemerintah kabupten Lebak.. Nadoman dibawakan sebelum dan sesudah pengajian berlangsung.

 Dalam sebuah kampung khususnya di kecamatan Cipanas desa Sukasari kabupaten Lebak, hampir kurang lebih tiga sampai dengan lima keberadaan  pangajian sosompang atau bahkan bisa jadi lebih tergantung banyaknya ustadz atau kiyai yang mengadakan pengajian sosompang. Hal tersebut menciptakan suasana yang  khidmat. adem dan makin kentalnya kehidupan yang agamis sebagai budaya yang religius manakala di pengajian sosompang tersebut setiap ba’da magrib rame dengan lantunan nadoman yang indah.

Nadoman sebagai karya sastra yang dibuat oleh para santri, kiyai atau ustadz dan merupakan bentuk dak’wah atau ajakan berdasarkan ajaran kitab kitab yang mereka kaji dan pelajari. Isi nadomannya  berupa petuah-petuah dan nasihat-nasihat memiliki nilai normative atau aturan yang berlaku dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut tentunya sangat besar manfaatnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari untuk dirinya sendiri dan dalam kehidupan bermasyarakat yang pada akhirnya menciptakan kehidupan yang harmonis di lingkungan tersebut.

Nadoman Juga dilaksanakan di Majlis Majlis Taklim. Hampir disetiap majlis ta’lim kampung- kampung dan desa-desa diisi dengan nadoman sebelum pengajian berlangsung sambil menunggu kedatangan kiyai atau berkumpulnya jamaah. Sehingga para ibu  jamaahpun sangat melekat erat dengan nadoman atau dengan kata lain ibu-ibu jamaah majlis ta’lim identik dengan nadoman.

Nadoman yang berfungsi sebagai ajakan atau dak’wah dibawakan menjelang waktu-waktu shalat intinya mengingatkan dan mengajak masyarakat  bahwa waktu shalat akan segera tiba. Sehingga menjadi patokan bagi masyarakat setempat  bahwa waktu shalat akan segera tiba dengan kata lain sebagai pangeling ngelig.

Pada perkembangannya bentuk sastra nadoman yang berfungsi sebagai hiburan seringkali dan bahkan selalu dilbawakan saat Perayaan Hari Besar Agama Islam (PHBI) baik Maulid Nabi, isra Mi,raj dan perayaan lainnya di mushola-mushola dan masjid-masjid. Pembacaan nadoman dilakukan  sebelum dimulainya penceramah menyampaikan tausiahnya, bahkan kini  berkembang menjadi sebuah bentuk perlombaan nadoman dalam rangka peringatan PHBI  yang dilakukan antar RT atau kampung dengan cara berkelompok. Selain berfungsi sebagai hiburan juga berfungsi untuk syiar. Biasanya  kreteria penilaiannya berupa isi nadoman, cara membawakannya dan lain-lain.

Seiring dengan digulirkannya Kurikulum Merdeka sehingga memberikan ruang  yang lebih luas lagi kepada sekolah atau guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolahnya, juga seiring dengan perkembangan informasi dan komunikasi lewat media sosial yang makin luas tentunya menjadi  sebuah tantangan bagi dunia pendidikan. Hal tersebut menciptakan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya menghidupkan dan lebih mengentalkan lagi pendidikan dan kehidupan yang agamis di lingkungan sekolah serta tumbuhnya  kesadaran terhadap pelestarian budaya dan tradisi daerah. Untuk itu hampir semua sekolah-sekolah  baik tingkat SD maupun  SMP secara rutin melaksanakan kegiatan keagamaan khusus di hari jumat pagi dengan nama kegiatan yang tentunya berbeda beda. Dalam kegiatan tersebut anak- anak menampilkan juga nadoman nadoman yang beragam tyang sudah barang tentu isinya mengandung nasihat, petuah dan nilai-nilai kehidupan  lainnya.


Komentar

Postingan Populer