DUNAS BAGAI RUMAH KEDUA
Dunas akronim dari Dua Cipanas atau SMP Negeri 2 Cipanas yang merupakan sebuah Lembaga Pendidikan dimana Delapan belas Tahun sudah mengabdikan diri untuk bisa mebantu mendidik anak bangsa, dengan segala suka cita bahkan tangis bahagia menjalaninya.
Dunas bagaikan rumah kedua karena hampir delapan jam setiap harinya waktu dihabiskan di rumah kedua ini banyak cerita ilmu dan pengalaman yang didapatkan, anggota keluarga rumah kedua itu begitu harmonis dengan berbagai karakter yang berbeda, latar belakang dan juga potensi serta kemampuan yang berbeda pula.
perbedaan membuat kami bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya sungguh indah hari - hari yang kami jalani.๐๐ oh iya diantara ibu ibu di Dunaspun beragam hobinya dengan kegiatan wirausaha yang unik disela sela tugas dan kesibukannya ada yang bawa jualan pakaian, makanan, pulsa bahan olahan masakan dan yang lainnya.
Warga Dunas hampir 85 % Perempuan tapi kami alhamdulillah bisa eksis dengan personel jumlah seluruhnya 32 orang. Konon katanya diluaran sana ada kelompok atau geng diantara personel di sekolah, sehingga menimbulkan konflik antar kelompok tersebut.
Di Dunas hal itu tidak pernah terjadi walaupun mayoritas adalah ibu ibu karena prinsip kami di Sekolah semua sama tidak ada yang paling mampu dalam hal ekonomi maupun keahlian.
Ketika salah satu dari kami mempunyai kemampuan lebih dalam segala hal kami selalu meluangkan waktu untuk bisa berbagi ilmu dan keahlian tersebut , membimbing dan mengarahkan satu dan yang lainnya.
Kekeluargaan yang terjalin selalu kami pupuk agar tidak lekang dimakan waktu, saling memperhatikan satu sama lain kepada yang lebih senior menghargai dan kepada junior mengasihi indah bukan?.
Rasanya bukan warga Dunas ketika salah satu diantara kami punya kemampuan dan keahlian tapi tidak saling berbagi. Berbagi yang tak kalah serunya atau dinantikan adalah saat kami semua selalu dan seringkali berbagi makanan yang diolah dari rumah dserta dimakan bersama -sama itu salah satu media untuk mempererat ikatan kekeluargaan diantara kami.
Saat Dunas kedatangan warga baru entah datang karena SK tugas atau melamar untuk mengajar di Dunas tidak perlu memakan waktu lama mereka akan cepat akrab dan dapat berbaur dengan semua karena penerimaan yang terbuka dari semua warga Dunas dan itulah yang menjadi sebab pendatang baru akan langsung betah keren bukan??๐๐
Karena hampi separuh waktu dihabiskan dirumah kedua ini rasanya disayangkan kalau waktu demi waktu di sia- siakan dan tidak memiliki makna baik bagi diri sendiri maupun rekan yang lainnya.
Berupaya agar segala hal yang dilakukan dapat bernilai ibadah baik berhubungan langsung dengan Allah maupun dengan sesama manusia, saling mengingatkan waktu Shalat adalah sebagian dari pembiasaan semua warga sekolah dan kamipun merasa senang dapat saling mengingatkan.
Pandemi Virus corona (C-19) sekarang ini sudah memasuki tahun kedua, tiga semester pembelajaran kami lalui dengan kondisi Pandemi yang menuntut untuk tidak belajar tatap muka tapi dilaksanakan dengan Pembelajarn Jarak Jauh (PJJ) baik secara daring maupun luring hal ini tidak membuat kami jadi tidak datang ke Rumah kedua.
Baiklah....memang memasuki tiga bulan pertama pandemi kami sempat off kesekolah karena larangan dan ketakutan yang berlebih sehingga penampakan rumah kami ini bagaikan musium sepi, hening , lapangan penuh lumut, daun kering yang berserakan hampir memenuhi areal sekolah sedih pilu menyayat hati melihat kondisi seperti itu๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ.
Kondisi tersebut membangkitkan semangat untuk berinisiatif langsung membuat jadwal piket guru dan piket siswa secara bergantian serta mewajibkan guru yang memiliki jadwal PJJ daring untuk melaksanakan tugasnya di sekolah, dengan tetap melakukan prokes ketat secara diam diam tanpa melaporkan kegiatan kepihak yang berwenang dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Satgas Covid Kecamatan
Semua itu dilakukan agar rumah kami tetap hidup tidak lagi seperti musium bahkan seperti kuburan karena pernah satu kali hanya dengan dua orang guru dan satu penjaga hadir di sekolah yang terdengan suara binatang yang tinggal dipohon besar dan biasanya itu ada di kuburan sungguh ironi pandemi oooh pandemi๐ฅ๐ฅ๐ฅ.
Akhirnya setelah jadwal piket dan kegiatan menggeliat kembali di rumah kedua kami ini, berikutnya menyusul dalam sebuah rapat virtual yang deselenggarakan Dinas Pendidikan dan diikuti oleh 2 orang dari setiap sekolah di kabupaten Lebak yaitu Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum dengan pa Kabid SMP dan Ibu Kasie Kurikulum serta para pengawas yang didalamnya diinformasikan tentang perlunya menjaga Kondisi sekolah serta pembentukan piket guru dan piket siswa karena hasil sidak ditemukan di beberapa sekolah sangat tidak kondusif dan alhamdulillah Dunas tinggal melanjutkan agenda itu
Alhamdulillah di semester tiga masa pandemi ini Rumah kami hidup kembali walaupun beberapa istilah pembatasan kegiatan yang ditetapkan Pemerintah pernah kami lalui mulai dari PSBB maupun PPKM sampai sekarang PPKM yang entah tahap keberapa ????
Rumah kedua ini hanya 3 bulan sempat abaikan setelah itu diisi kembali bahkan dirawat dan dihias dengan penuh suka cita dan tak lupa dilengkapi dengan fasilitas fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan secara rutin dan berbagai bener tentang penyebaran Virus serta bener prokes diberbagai sudut bahkan pengecetan agar sekolah lebih terlihat segar
Rumah kedua ini harus hidup, nyaman secara lahir dan bathin serta asri yang akan membuat betah para penghuninya dan akan sangat merindukan ketika lama tidak bisa datang karena satu dan lain hal, atau bahkan berat hati ketika salah satu dari kami harus pindah karena tugas baru menanti dan akan selalu rindu untuk kembali datang berkunjung mendatangi rumah kami karena sudah melekat dihati dengan para penghuninya.
Bekerja dengan Hati๐๐
Sampai berjumpa di cerita cerita berikutnya, semoga kita semua tetap sehat aamiin
Cigeulis 23:37 pm

Tetaaap semangaat, kereeen
BalasHapusTrimakasij bpk
Hapus
BalasHapusIde yang berlian penuh dedikasi yg tinggi
Semoga menjadi ladang ibadah yg mulia
Terus berkarya......kelak menjadi buah yang ranum..
Siap pa haturnuhun
Hapus