PROFESI YANG TIDAK PERNAH DIIMPIKAN

Lahir dari seorang Ayah yang berprofesi sebagai seorang guru SD yang kemudian menjadi kepala sekolah dan diakhir masa pensiunya tahun1989 beliau menjabat sebagai Penilik (Pengawas) pada masanya, dengan seorang ibu sebagai ibu Rumah tangga, tapi tidak pernah terbanyangkan dan tidak pernah terbesit dalam fikirannya  punya cita-cita menjadi seorang Guru.

Tinggal dan Sekolah SMA dilingkungan daerah Industri (Balaraja Tangerang), yang ada dalam khayal dan angannya suatu hari nanti bisa menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan atau Pabrik besar yang bonafid. Wow sungguh indah terbayangnya seorang sekretaris dengan mengenakan hijab santun dan memiliki profesinalitas yang bisa diandalakan ungguh sesuatu karena tahun 1992 muslimat yan berhijab sangat terbatas ruang geraknya baik di sekolah- sekolah maupun di kantor- kantor dan perusahaan perusahaan dengan banyaknya peraturan yang kadang sangat tidak masuk akal.

Keinginan dan cita cita itu didasarkan untuk  menepis prasangka negatif untuk profesi seorang sekretaris saat itu yang memiliki imeg hanya menjual tampang dan penampilan yang seksi.

Akhirnya karena angan cita cita  yang begitu besar selepas SMA memutuskan untuk  memasuki Pendidikan Sekretaris Diploma 2 di sebuah kota besar yang dikenal dengan kota Kembang Bandung.

Dua tahun menimba Pendidikan Menjadi seorang Sekretaris dengan penampilan yang berhijab cukup mendapat sorotan dan tantangan dari pihak kampus, yang satu angkatan di jurusan yang sama dengan empat kelas sekretarsi hanya ada dau orang yang dengan berani dan istiqomah nengenakan hijab.

Alhamdulillah bisa tetap mengenakan hijab walau sering kali diapanggil dengan berbagai alasan oleh pihak Kampus, Kuliah di Sekretaris tidak bisa mnggunakan baju bebas seperti halnya teman teman yang jurusan akutansi dan Mangemen kami wajib menggunakan seragam dengan blejer dan mengenakan sepatu Pantofel.

Berkaitan dengan maalah seragam ini yang juga menimbulkan sedikit masalah karena kami berdua ( yang satunya teman berasal dari Garut yang pendidikan agamanya sangat kaut di keluarga bernama Siti Aisyah) dari tahun 1994 sejak lulus kami lost kontek. Karena Kami mengenakan hijab otomatis baju kamipun seragamnya harus berbeda dari yang lain dengan rok Panjang, sementara teman teman yang lain banyak yang ketika diukur dia minta panjang Rok diatas Lutut. Semnetara kami haru sampe mata kaki.

Perbedaan tersebut membuat kami dipanggil oleh pihak kampus karena bahan rok yang kami gunakan lebih lebar dari yang lain lucu rasnya tapi bwt kami kalaupun kami harus menambah baiya tidak masalah yang penting kami boleh mengenakan rok panjang  ssmpai mata kaki.

Setelah dua tahun menimba ilmu akhirnya bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan, tidak lama setelah lulus atas Informasi  dari seorang saudara melamar Pekerjaan di salah satu perusahaan Elektronik SONY Corpoiration di Bagian Servis , yaitu di Pusat SONY Service.

Tahun 1994 Produk Merk SONY produk mahal yang trend dan bergengsi saat itu perusahaan milik Jepang yang belakangan ini lenyap bahkan Bangkrut di Indonesia kalah saing oleh Merk merk lain 

Di SONY service lowongan yang kosong jadi Reseptionis, alhamdulilah diterima dan mulai bisa bekerja dengan cerita tentang hijab makin berliku, banyangkan Reseptionis diperusahaan itu ada 3 orang yang berhijab hanya sendiri dan yang dua orang lainnya sudah senior.

Bisa terbayangkan bagaimana  sindiran dan nyinyiran  dari para senior tersebut sungguh luar biasa menguji keimanan, selain itu yang tak kalah besarnya tantangan  seringkali muncul dari  direktur bagian service yang notaben WNA warga Jepang kurang suka dgn penampilanku saat itu.

Alhamdulillah semua tentangan bisa dilewati dengan menunjukan kinerja yang maksima,  justru hadiah hadiah kecil dari orang Jepang seringkali didapatkan saat mereka pulang dari luar Negeri seperti Cinderamata dan lain lain,

Seiring Waktu Berjalan karena sudah berumah tangga berdasarkan kesepakatan bersama maka memutuskan resaind dari peruahaan fokus kepada suami dan ana. Menginjak usia Pernikahan 7 Tahun dan memiliki 2 anak muncul kejenuhan dengan rutinitas hanya di rumah saja, dengan kesepakatan bersama tentu izin suami akhirnya memutuskan urntuk ambil kuliah keguruan pada masa anak yang kedua berusia satu tahun.

Kuliah di Fakultas keguruan di kota kecil tempat kelahiran karena kami memutuskan untuk tinggal beda kota demi merajut masa depan. 4,5 tahun lulus kuliah mempunyai gelar Sarjana Pendidikan. Singkat cerita tahun 2003 diangkat sebagai Guru Bantu dan tahun 2008 diangkat sebagai PNS di sebuah  SMP NEGERI   di kecamatanku SMPN 2 Cipanas Lebak.

Jadi Guru profesi yang tidak pernah dicita citakan dan tidak pernah dibayangkan tapi bisa ditekuni dengan sungguh sungguh dan bisa menikmatinya  Alhamdulillah tahun 2012 bisa menjadi Guru yang Bersertifikasi sungguh nikmat Allah yang tak terhingga.

Sejak tahun Pelajaran 2014/2015 tidak hanya mempunyai tanggung jawab mengajar tapi juga memiliki tanggung jawab tambahan menjadi Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum sampai dengan saat ini tahun pelajaran 2021/2022.

Mempunyai pekerjaan tambahan ini jadi memiliki tambah beban dan tangung jawab yang lebih, tapi juga banyak suka dan duka banyak ilmu dan pengalaman berharga yang bisa diambil dalam memenej waktu dan lain lain agar semua pekerjaan dapat selesai secara bersamaan sesuai dengan target. 

Dalam perjalanan menjadi wakasek kurikulum seringkali merasa gagal salah satunya saat guru merasa tidak terpuaskan ketika mereka meminta jadwal sesuai dengan keinginannya tpi tidak bisa memenuhinya, sedih rasanya melihat kekecewaan mereka tapi apa daya. 

Pernah berganti kepala sekolah sebanyak dua kali dan pada saat yang bersamaan juga kepada dua kepala sekolah yang berbeda  mengajukan untuk mundur dari wakasek Kurikulum dengan maksud memberikan kesempatan kepada yang lain agar memiliki pengalaman yang sama, tapi permintan tidak pernah diterima ya sudah dijalni dan dinikmati saja kesempatan ini menjadi kawah candra dimuka saat nanti suatu saat karierku meningkat.

Inilah jalan takdir Allah 18 tahun menjalani profesi guru, jalan hidup yang sudah Allah gariskan. Trimaksih atas semua takdir hidup ini pahit manis udah dirasakan. 

Pada tahun lalu atas dorongan Kepala sekolah dan juga dorongan teman teman guru alhamdulillaj berkesempatan untuk ikut tes administrasi BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah ) dan alhamdulillah lolos.

Menunggu tahapan tahapan berikutnya tes substansi dan Diklat yang harus ditempuh tap sampai saat ini belum ada jadwal pelaksanaanya, mudah mudahan kalau memang ini takdir berikutnya semoga bisa amanah aamiiiiin ya Robb.

    

Komentar

  1. Aamiin... semoga segalanya menjadi berkah

    BalasHapus

  2. Deretan diksi yang penuh makna
    Perjuangan kartini terbungkus dalam hela nafas...
    Narasi....i dahnya dibungkus yang bermajas....gar tautan perjalan itu
    Sangat menarik...
    Smangat...terus sukses selalu
    .

    BalasHapus
  3. Woww...dahsyat pisan bu win...luar biasa 👍👍👍

    BalasHapus
  4. Alhamdylillah. Lahir lagi satu bloger yang memberi pencerahan

    BalasHapus
  5. Semoga menjadi inspirasi utk kartini2 yg lain....sukses bun🥰

    BalasHapus
  6. Masya allah kereeeeeen bi, panutan banget💕

    BalasHapus
  7. ya allah sungguh luar biasa wiwinwidiati

    BalasHapus
  8. Asald usul Bu Wiwin dari keluarga Guru
    Mau belot ngga mau jadi guru ya tadinya
    Saya yakin darah daging yg mengalir di tubuh Bu Wiwin adalah makanan asupan dari hasil gaji guru,
    Jadi tetep jadinya guru,
    Jadi gurunya juga bener (profesional)
    Fakta : terpakai jadi wakasekkur terus di sekolah yg notabennya sekolah besar
    Mantap,
    Moga sukses Cakepnya, ditempatkan di sekolah yg tidak jauh dari tempat tinggal aamiin.

    Perjunganmu tak sepahit perjuanganku
    Aku bukan dari keluarga guru, tapi aku jadi guru
    Awalnya ingin jadi Guru SD
    ntah apa kelahiran 1975 tamat MAN 1994 tdk berhak utk mengenyam D2
    PGSD, PGSD utk alumni SPG (proyek)
    Kebijakan alumni SMA/MA hrs S1 Mapel
    (Bersambung)

    BalasHapus
  9. Mantuul memoarnya sangat menginspirasi, semangatbterus menulis.

    BalasHapus
  10. WOW biograpi yang terbungkus rapi dengan diksi yang menarik sehingga penasaran dibuatnya sukses terus KARTINI DUNAS LOV...LOV... pokone

    BalasHapus
  11. Barakallah teh, semoga menginspirasi kita semua, berkah barokah ya teh...

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Kereeen ibu sangat menginspirasi..

    BalasHapus
  14. Menarik, inspiratif, terus menulis ya, Bu.

    Karena setiap tulisan akan memiliki pembacanya sendiri-sendiri ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap teh haturnuhun, mohon bimbinganya ini dia masternya

      Hapus
  15. Keren bu Win. Menuluslah setiap hari, dan lihat apa yg terjadi. Semiga bisa menerbutkan buku jg. 💪💪

    BalasHapus
  16. Mantap guru PPKN jadi penulis... Masih ingat kah waktu kuliah bersama di Rangkas dengan dosen pak vredy dan Mulyono teman yang hobby motor2an. Dari Askur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hee, mkasih bpk mohon arahanya dan bimbingan untuk perbaikan menulis kedepannya. Iya masih ingat kemanakah mereka sekarang lost kontek.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer